Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

16 May 2013

Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPA


Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPA

Tabularasa vs Konstruktivisme

Tabula rasa:
Siswa diibaratkan sebagai kertas putih
Konstruktivisme:
Belajar adalah membangun diri sendiri


1. Struktur kognitif;
meliputi segala sesuatu yang telah dipelajari oleh seseorang;
Struktur kognitif mengalami perubahan sejak lahir dan berkelanjutan sebagai proses pendewasaan
Hasil penting kognitif adalah konsep, prinsip, struktur pengetahuan, dan pemecahan masalah


2. Konsep vs Konsepsi

Konsep adalah sesuatu yang diterima dalam pikiran/ gagasan yang umum dan abstrak
Konsepsi lebih bersifat khusus/spesifik dan individual
Konsep menurut Rosser

Konsep adalah abstraksi yang mewakili satu kelompok objek, kejadian, kegiatan, hubungan yang memiliki atribut yang sama
Konsep merupakan abstraksi berdasarkan pengalaman. Karena pengalaman 2 orang tidak sama, maka konsep yang dibentuk belum tentu sama
Konsep merupakan abstraksi mental yang mewakili sekelompok stimulus. (contohnya; konsep motor, tumbuhan, dst)
Konsep menurut Bell

dua dimensi konsep
konsep sebagai kontruk mental dari seseorang yang ditandai oleh satu atau lebih kata yang menyatakan konsep khusus.
Merupakan komponen kritis perubahan kematangan seseorang secara terus-menerus
Konsep merupakan alat pembangun berpikir
Pendidikan formal sekolah diarahkan untuk belajar konsep dan struktur pengetahuan yang saling berhubungan menjadi konsep dan prinsip yang terorganisir
Konsep menurut Bell
Konsep yang diterima secara sosial
Konsep merupakan abstraksi mental yang mewakili sekelompok stimulus. (contohnya; konsep motor, tumbuhan, dst)
Prinsip terbentuk dari konsep
Pembentukan prinsip dari konsep melibatkan hubungan antar prinsip
4 tipe dasar hubungan yang dinyatakan dalam prinsip
Sebab akibat (cause and effect)
Korelasional ( corelational )
Peluang (probability)
Aksioma (axiomatic)
B1. Belajar sebagai perubahan konsepsi

Menurut pandangan konstruktivisme; keberhasilan belajar bukan hanya tergantung pada lingkungan/kondisi belajar, tapi juga dari pengetahuan awal siswa
Belajar merupakan pembentukan makna oleh siswa dari yang dilihat, didengar & dilakukan
B2. Perubahan konsepsi dalam pembelajaran IPA

Belajar konstruktif menghendaki partisipasi aktif siswa.
Peran guru berubah bukan sebagai sumber informasi, tetapi sebagai pendiagnosis dan fasilitator
Kegiatan inti dalam pembelajaran dan perspektif konstruktivisme

Berkaitan dengan prakonsepsi atau pengetahuan awal siswa
Mengandung pengalaman nyata
Melibatkan interaksi sosial
Terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan
Keuntungan belajar berdasar konstruktivisme

Siswa dapat mengungkapkan gagasan sesuai dg bahasa sendiri, menanggapi dan memberi penjelasan tentang gagasannya
Siswa mempunyai kesempatan merangkai fenomena, sehingga terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena
Memberi kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya agar siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi ttg teori & model
Memberi kesempatan untuk mencoba gagasan baru

Keuntungan belajar berdasar konstruktivisme (2)

Memberi kesempatan untuk mencoba gagasan baru untuk memperoleh pengalaman shg muncul rasa percaya diri
Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan serta mengidentifikasi perubahan gagasan mereka
Memberikan lingkungan belajar yang kondusif yg mendukung siswa mengungkapkan gagasan alternatif, sehingga tidak terjebak pada kondisi “ hanya ada satu jawaban benar”

Kategori perubahan konsep menurut Dykstra

Konsep baru muncul dari konsep yg umum yg sudah ada
Konsep lama mengalami perluasan /pengembangan menjadai konsep baru
Konseptualisasi ulang /restrukturisasi konsep

B3. Mengapa konteks menjadi penting

a. pengungkapan pengetahuan awal siswa penting dilakukan oleh guru, karena :
Gagasan siswa yang diperoleh dari persepsi terhadap alam sekitar kadang-kadang berbeda dengan gagasan ilmiah
Jika dibiarkan akan menghambat pemahaman siswa atas gagasan ilmiah yang akan diterima

B3. Mengapa konteks menjadi penting (2)

b. Perubahan konsepsi anak akan terjadi bila kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan konsepsi terpenuhi dan tersedia konteks ekologi konsepsi, al :
Anak merasa tidak puas dengan gagasan yang dimiliki
Gagasan baru dapa dimengerti
Konsepsi yang baru harus masuk akal
Konsepsi yang baru harus dapat memberi satu kegunaan



Tahapan pembelajaran konstruktivisme
Fase eksplorasi
Pencarian fakta
Identifikasi fakta untuk dibuat data
Fase klarifikasi
Perumusan masalah
Penyajian konflik (diskusi, penyelidikan, cari rujukan, dll)
Fase aplikasi
Pelaporan hasil (presentasi, dll)
Rekomendasi “formula” baru
Publikasi, penerapan

Terima kasih

0 komentar:

Post a Comment